Rabu, 22 Juli 2020

Mengenal Jenis-jenis Lensa Kontak

Beragamnya jenis dan merek lensa kontak yang ditawarkan saat ini terkadang justru membuat kita sulit menentukan lensa kontak apa yang akan digunakan. Terkadang kita malah terjebak oleh lensa kontak dengan merek ternama saja padahal belum tentu sesuai dengan kebutuhan.

Sebaiknya sesuaikan tipe lensa kontak yang akan dipakai dengan kebutuhan penglihatan, gaya hidup dan kondisi mata Anda. Salah satu faktor yang menentukan kualitas lensa kontak yang baik adalah material yang digunakan. Sebelum memutuskan lensa kontak apa yang akan dipilih ada baiknya Anda mengetahui jenis-jenis lensa kontak berikut :

  • RGP atau Rigid Gas Permeable ,biasa disebut dengan semi-hardlens, karena memang fisiknya yang keras dan kaku sehingga tingkat kenyamanannya pun rendah. Meskipun demikian RGP diklaim sebagai lensa kontak yang memiliki daya tembus oksigen paling tinggi diantara jenis lainnya sehingga sangat baik untuk kesehatan kornea. Maka tidak heran bila banyak dokter mata yang menyarankan lensa ini untuk beberapa kasus kelainan mata. RGP sangat cocok bagi penderita myop tinggi dan astigmat kornea tinggi

      

  • Lensa kontak berbahan HEMA ( Hydroxyethylmethacrylate ) atau yang biasa disebut dengan softlensmerupakan jenis yang paling banyak digunakan saat ini. Tampilan fisik yang lembut dan lentur membuat lensa kontak ini cukup nyaman digunakan. Oksigen yang diteruskan ke mata bergantung pada besarnya kadar air yang dimiliki lensa kontak ini. Memiliki sifat Hydrophilic (water loving) sehingga mudah menyerap air mata, hal ini yang membuat terkadang softlens terasa kering, khususnya pada mereka yang tidak memiliki cukup airmata atau berada di kondisi ruangan ber-AC.  Softlens juga tersedia dalam ukuran minus juga cylinder , bening maupun berwarna.

        

  • Lensa kontak Silicone Hydrogel bisa dibilang seperti perpaduan dari keunggulan RGP dengan kelebihan pada HEMA. Lensa kontak ini memiliki kelenturan yang hampir sama dengan softlens sehingga nyaman digunakan. Karena bahannya yang unik, walaupun kadar airnya tergolong rendah tapi daya tembus oksigennya 5 kali lebih banyak dari softlens HEMA sehingga bisa digunakan sampai 12 jam perhari. Sangat cocok bagi mereka yang perlu menggunakan lensa kontak dalam waktu lama.

 

Selain dibagi berdasarkan material dasarnya, lensa kontak juga dapat dibagi berdasarkan masa pakai. Lensa kontak tersedia untuk pemakaian bulanan, mingguan, atau harian, semua dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup Anda.

Pada dasarnya semua lensa kontak aman digunakan asalkan sesuai anjuran pemakaian dari masing-masing produk. Untuk menentukan lensa kontak mana yang paling cocok dengan Anda ,tentunya harus melalui konsultasi dan pemeriksaan mata oleh dokter mata atau optician terlebih dahulu.  Periksakan mata Anda secara rutin agar kesehatan mata senantiasa terjaga. 

Sejarah Kacamata dan Lensa Kontak


Kacamata

Kacamata pertama kali ditemukan sekitar 3000 tahun yang lalu oleh bangsa di kota tua Niniwe, dimana pada waktu itu fungsinya adalah sebagai kaca pembesar. Bahan yang digunakan juga bukanlah lensa kaca melainkan batu Kristal. Perkembangan kacamata kemudian baru melesat pada abad XII di Cina dan Eropa.

Dalam waktu singkat, kacamata mulai di produksi dengan kualitas lensa sederhana dan pemakaiannya cukup merepotkan. Pada waktu itu, kacamata hanya terdiri atas dua lensa yang disambung tanpa tangkai dan ditempelkan di batang hidung. Sang pemakai juga harus terus memeganginya. Karena pemasangan yang rumit dan tidak praktis itulah, kacamata menjadi tidak diminati.

Berbagai cara kemudian dilakukan untuk membuat kacamata nyaman dipakai. Ada yang memasang rantai kecil pada kedua sisi kacamata dan diikatkan di bagian belakang kepala, seperti kacamata perenang, ada lagi yang mengaitkan kacamata pada topi. Ini pun merepotkan, bahkan mengganggu, terutama saat harus membaca di dalam ruangan atau membuka topi untuk memberi salam. Hingga pada akhirnya, tercetuslah ide untuk memasang tangkai sehingga kacamata itu dapat dikaitkan di telinga. 

 

Tahun 1784, Benjamin Franklin berhasil menemukan kacamata bifokus yang memiliki lensa cembung dan lensa cekung dalam satu bingkai. Pada tahun 1908 dan 1910 barulah dikenal lensa cembung cekung yang benar-benar menyatu dalam satu lensa. Materi lensa pun turut berkembang menjadi lensa kaca dan plastik. 

 

Lensa Kontak

Banyak kalangan percaya, ide lensa yang menempel langsung pada bola mata itu konon sudah ada sejak tahun 1508 dari catatan dan gambaran serta sketsa yang dibuat Leonardo Da Vinci. Di dalam buku catatannya, ditemukan banyak sketsa tentang kacamata yang langsung bisa dikenakan pada bola mata. Ada pula yang beranggapan bahwa lensa kontak digagas oleh Rene Descartes pada tahun 1636 dimana ia membuat hydriascope, gelas yang diisi air untuk menetralkan kekuatan kornea mata. 

 

Perkembangan lensa kontak pun kemudian sangat beragam di berbagai negara. Seperti di Perancis pada tahun 1888, lensa kontak digunakan sebagai alat kesehatan yang hanya dipakai oleh beberapa orang saja. Awalnya lensa kontak terbuat dari kaca dan menutupi seluruh bagian depan mata. Untunglah, pada 1938 ditemukan lensa kontak plastik dan satu dekade kemudian mulai dikenal lensa kontak yang hanya menutupi kornea dan dapat dipakai hingga 16 jam per hari. 

 

Di tahun 1950 hingga 1960-an, lensa kontak dijual dengan harga yang sangat mahal dan mudah rusak. Baru setelah itu, di tahun 1990-an, dibuat lensa kontak dengan harga yang lebih terjangkau dan menggunakan bahan penghantar oksigen sehingga jauh lebih nyaman untuk pemakaian sehari-hari.